Rokok Bisa Bikin Komputer Apple Rusak ?

Bisa jadi ini menjadi peringatan dini bagi para pemakai produk keluaran Apple, terutama mereka yang suka merokok. Kenapa?

Sebab gara-gara rokok, garansi yang dimiliki oleh konsumen Apple bisa tidak berguna lagi alias ditolak. Kasus seperti ini terjadi pada 2 konsumen di Amerika. Apple menolak mereparasi produk konsumennya karena mereka menilai kerusakan disebabkan atas asap rokok yang dikeluarkan pemiliknya sendiri.

Tentu saja hal tersebut membuat kecewa pelanggan Apple. Mereka kecewa karena tidak menemukan bahwa dalam dokumen AppleCare, ada peraturan seperti itu.

Beberapa hal yang menyebabkan garansi tidak berlaku, yang ada dalam dokumen itu, antara lain kerusakan karena kecelakaan, pengrusakan, salah install, lingkungan yang tidak memadai, termasuk juga beberapa kandungan seperti klorin dan kalsium karbonat.

Namun Apple, ketika menerima komputer rusak dari pelanggannya itu mengatakan, bahwa mereka tidak bisa melayani perbaikan sebab rokok dari pemakainya telah mengkontaminasi mesin di dalamnya.

Apple sendiri menolak untuk berkomentar tentang hal tersebut. Mereka tidak mengklarifikasi apakah benar merokok bisa menyebabkan garansi ditolak. (Channelinsider/Detik)

Iklan

Setahun, 7 Juta Komputer Terinfeksi Conficker

Conficker memang dahsyat. Menurut periset dari Shadowserver Foundation, dalam waktu satu tahun saja worm tersebut diestimasi telah menginfeksi lebih dari 7 juta computer.

Shadowserver dapat melacak infeksi Conficker dengan melakukan cracking terhadap algoritma yang digunakan si worm untuk mencari intruksi di internet dan menempatkan mereka di server “sinkhole” miliknya sendiri didomain internet yang telah diprogramnya supaya dikunjungi. Conficker punya sejumlah cara untuk menerima instruksi sehingga para penjahat dunia maya bias terus mengontrol PC yang terinfeksi, tapi para sinkhole tersebut dapat memberitahu tim riset mengenai berapa banyak mesin yang telah terinfeksi.

Meski Conficker mungkin merupakan worm computer yang paling beken sampai saat ini, tetapi banyak PC yang terus menerus terinfeksi olehnya. “Tren ini terus meningkat dan pecahnya angka 7 juta menandakan “prestasi” yang luar biasa”, ungkap Andre DiMino pendiri Shadowserver Foundation.

Worm ini pertama kali menarik perhatian para ahli sekuriti pada bulan November 2008, dan menerima perhatian media secara luas pada awal 2009. Ia terbukti dapat pulih dengan cepat dan jago sekali menginfeksi ulang system setelah dihapus.

Yang menarik, meski “Korban”nya telah mencapai 7 juta, Conficker jarang sekali dimanfaatkan oleh para criminal yang mengontrolnya. Penyebabnya masih menjadi misteri. “Satu-satunya alasan yang dapat saya pikirkan adalah bahwa orang yang menciptakannya merasa takut,” ujar Eric Sites Chief Technology Officer Sunbelt Software. “Worm ini telah merugikan banyak sekali perusahaan dan individu untuk memperbaiki computer mereka, sehingga jika pelakunya tertangkap, hukumannya akan sangat berat.”

Staf TI kerap menemukan infeksi Conficker ketika si pengguna tidak dapat memasuki (log in) komputernya. Ini terjadi karena mesin yang terinfeksi mencoba berkoneksi ke computer lain di dalam jaringan dan menebak password  mereka hingga berkali-kali. Alhasil Komputer terkunci dan tidak bias masuk ke jaringan

Sumber : PCplus

%d blogger menyukai ini: